Kamis, 22 November 2012

Makalah Green Chemistry tentang Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Biodiesel

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini. Tidak lupa juga shalawat serta salam saya haturkan untuk junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.
Makalah yang berjudul “Daur Ulang Limbah Minyak Goreng (Minyak Jelantah) sebagai Bahan Bakar Biodiesel”dapat diselesaikan tidak lepas dari dukungan dan bimbingan berbagai pihak, secara langsung ataupun tidak langsung. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Triutami Widiasri, S.Pd yang telah membimbing saya.
2. Orang tuaku yang selalu mendukung hingga pembuatan makalah ini selesai. Serta rekan-rekan kelas yang membantu memberikan pemikiran tentang makalah ini.
3. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Akhirnya saya berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Dan bagi pembaca makalah ini semoga akan menjadikan wawasan baru yang bermanfaat, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Sampit, 12 Mei 2012
Rizky Filmi Reza  


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1 I.1
Latar Belakang 2 I.2
Rumusan Masalah 3 I.3
Identifikasi Masalah 3 I.4
Tujuan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
BAB III PENUTUP 10
III.1 Kesimpulan 10
III.2 Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11


BAB I PENDAHULUAN

Green Chemistry adalah suatu konsep yang mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminir penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya. Green Chemistry lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia. Green Chemistry, juga dikenal sebagai “sustainable chemistry” kimia yang berkelanjutan adalah desain produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan atau generasi zat berbahaya. Green chemistry berlaku di seluruh siklus hidup dari produk kimia, termasuk desain, manufaktur, sampai pada penggunaannya. Teknologi Green Chemistry memberikan sejumlah manfaat antara lain, mengurangi limbah, mengurangi biaya, produk yang lebih aman, mengurangi penggunaan energi dan mengatasi penggunaan zat berbahaya.
Adapun 12 prinsip yang mendefinisikan gerakan Green Chemistry ini adalah :
1. Mencegah terjadinya limbah lebih baik daripada mengolah dan membersihkannya
2. Ekonomi atom, metoda sintesis yang efisien
3. Melakukan sintesis kimia yang tak menghasilkan racun
4. Mendesain senyawa kimia yang tak beracun
5. Pemakaian pelarut dan bahan-bahan yang aman
6. Mendesain pemakaian energi yang efisien
7. Pemakaian bahan baku yang dapat diperbaharui
8. Mengurangi senyawa turunan yang tak perlu
9. Pemakaian katalis sangat baik secara stoikiometris
10. Mudah terdegradasi
11. Pencegahan polusi lingkungan
12. Pencegahan terhadap kecelakaan